Senin, 12 September 2011

Anatomy Manusia


JARINGAN DASAR PENYUSUN TUBUH MANUSIA



DISUSUN OLEH :
KELOMPOK NEURON
LEONA PANTAMARETA            : 091434016
MARIA ROSA K. LAZAR : 091434024
ADITIYA GENTILI                        : 091434027
INA LISNAWATI                : 091434033
PUTU JUNI WIDIASTUTI            : 091434048

PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
SANATA DHARMA
2011


Bab I
Pendahuluan
            Tubuh manusia tersusun atas berjuta-juta sel. Masing-masing sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama akan berkumpul menjadi satu membentuk suatu jaringan. Jaringan-jaringan ini memiliki fungsi yang spesifik, misalnya untuk pengendali (jaringan syaraf), penggerak (jaringan otot), penunjang dan pengisi tubuh (jaringan ikat), absorbsi dan sekresi (jaringan epitel). Pada saat perkembangan embrio lapisan kecambah (germ layers) berdiferensiasi menjadi empat macam jaringan utama, yaitu jaringan epitel, jaringan pengikat, jaringan otot, dan jaringan syaraf. Ilmu yang mempelajari jaringan disebut histologi.















Bab II
Pembahasan
         Definisi Jaringan
Jaringan merupakan kumpulan dari sel-sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama.

         Macam-macam Jaringan Penyusun Tubuh Manusia
Berdasarkan bentuk sel penyusunnya jaringan dasar penyusun tubuh manusia dibedakan menjadi 4 macam, yaitu jaringan ikat, jaringan epitelium, jaringan otot, dan jaringan syaraf.

         Jaringan  Epitelium
Jaringan epitel merupakan jaringan yang disusun oleh lapisan sel yang melapisi permukaan organ seperti permukaan kulit. Jaringan ini berfungsi untuk melindungi organ yang dilapisinya, sebagai organ sekresi dan penyerapan. Fungsi epithelium dalam sekresi misalnya yaitu dalam mensekresikan larutan kimia  seperti pada sel-sel epitelium yang melapisi lumen saluran pencernaan dan pernafasan membentuk suatu membran mukosa. Sel-sel tersebut menskresikan larutan encer yang melumasi permukaan saluran dan menjaganya agar tetap lembab. Pada beberapa membran mukosa juga terdapat silia berdenyut , misal pada saluran pernafasan yang membantu untuk menjaga paru-paru agar bersih dengan cara menjerat debu.

Jenis-jenis sel epitelium:
         Epitel pipih selapis

Disusun oleh selapis sel berbentuk pipih yang umumnya berfungsi untuk pertukaran gas atau zat lainnya. Contohnya epitel pada alveolus dan dinding pembuluh kapiler

         Epitel kubus selapis

Disusun oleh selapis sel berbentuk kubus, biasanya terdapat pada saluran/kelenjar yang membentuk dinding saluran ginjal dan membungkus ovarium.


         Epitel silindris selapis    
Jaringan ini disusun oleh selapis sel berbentuk silindris, biasanya terdapat sel goblet diantara sel-sel epitelnya. Contoh : Epitel pada dinding usus.



         Epitel batang berlapis semu

Disusun oleh selapis sel, berbentuk batang namun seperti berlapis, terkadang memiliki silia, terutama yang menyusun saluran  pernafasan. Jaringan ini berfungsi sebagai sekresi atau absorbsi.


         Epitelium pipih berlapis

Sel yang menyusun jaringan ini terdiri dari beberapa lapis sel yang berbentuk pipih, berfungsi sebagai pelindung. Ditemukan kulit, mulut, dan esophagus.

         Epitel kubus berlapis
Tersusun dari 2 lapis sel / lebih berbentuk kubus

         Epitel silindirs berlapis
Permukaan sel berbentuk silindris, namun sel dibawahnya berbentuk beragam

         Epitel transisional
Merupakan epitelium berlapis yang bentuk selnya dapat berubah-ubah yang membungkus kantung urin sebelah dalam.




         Jaringan Pengikat
Jaringan ikat adalah jaringan yang memiliki fungsi dan tujuan untuk mengikat suatu jaringan dengan jaringan yang lainnya. Jaringan pengikat berkembang dari mesenkim yang berasal dari mesoderm (lapisan tengah emberio). Selain menjadi jaringan pengikat (darah, tulang rawan, tulang, dan lemak), mesenkim juga menjadi jaringan lain berupa otot, pembuluh darah, beberapa kelenjar, dan epitelium.
Jaringan pengikat mempunyai beberapa fungsi yaitu untuk melekatkan suatu jaringan dengan jaringan lain, membungkus organ-organ, mengisi rongga di antara organ-organ, dan menghasilkan imunitas.
Jaringan ikat terdiri dari 2 komponen, yaitu : sel-sel jaringan ikat, dan matriks ekstraseluler (serat/serabut dan substansi dasar).
Fungsi umum :
         Mengikat satu organ dengan organ lainnya
         Menopang organ tubuh
         Memberi perlindungan organ tubuh

Komponen jaringan ikat
            Matriks Ekstraseluler
Yaitu komponen jaringan ikat yang berupa bukan sel. Ada dua bentuk matriks ekstraseluler, yaitu :
         Substansi Dasar – Bersifat semi cair, disusun oleh asam hialuronat (protein) dan mukopolisakarida.
         Serat
         Dihasilkan oleh sel jaringan ikat
         Berdasarkan bentuknya, ada 3 jenis serat penyusun matriks
         Serat Kolagen
         Serat Elastin
         Serat Retikuler
Jenis-jenis jaringan ikat
Berdasarkan jenis serat dan sel penyusunnya, jaringan ikat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu :
         Tulang (Osteon)
Disusun oleh :
         Sel tulang (osteosit)
         Matriks keras (endapan kalsium)
         Serat kolagen
Berfungsi melindungi organ tubuh dan memberi bentuk tubuh

         Kartilago (Tulang Rawan)
Disusun oleh :
         Sel-sel kondrosit
         Sejumlah serat kolagen
         Matriks keruh dan elastis
Berfungsi menyusun kerangka bayi yang baru lahir. Terdapat pada organ-organ tertentu, seperti daun telinga, hidung, tulang rusuk, dll

         Jaringan Ikat Padat
         Disusun oleh sel-sel fibroblas
         Komponen matriksnya berupa serat kolagen yang tersusun padat dan teratur
         Contoh :
         Tendon – Penghubung otot dgn tulang
         Ligamen – Penghubung tulang dgn tulang

         Jaringan Ikat Longgar
         Dicirikan dengan susunan seratnya yang longgar/tidak rapat
         Serat penyusunnya adalah kolagen
         Komponen sel penyusun serat adalah sel fibroblas
Fungsi : Menyokong, mengelilingi dan menghubungkan elemen dari jaringan / organ lain.

         Jaringan Lemak
         Adalah jaringan ikat yang mengandung atau menyimpan lemak
         Fungsi :
         Melindungi beberapa organ
         Menyimpan cadangan makanan
         Mengatur suhu tubuh 
         Darah
         Disusun oleh matriks berupa cairan darah (plasma) dan sel darah
         Plasma darah
         Mengandung Serat yaitu fibrin
         Berfungsi mentransportasikan zat-zat dari dan ke seluruh tubuh




         Jaringan Saraf
Jaringan saraf berperan dalam penerimaan rangsang dan penyampaian rangsang. Secara embriologi, jaringan ini berasal dari lapisan ektoderm. Jaringan ini terdapat pada sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) dan pada sistim saraf tepi.
 Ada dua macam sel, yaitu sel saraf (neuron) dan sel pendukung (sel glia). Neuron mengandung badan sel, nukleus, dan penjuluran atau serabut. Satu tipe penjuluran tersebut adalah dendrit, yang berperan dalam menerima sinyal dari sel lain dan meneruskannya ke badan sel. Tipe penjuluran sel saraf yang lain, disebut akson (neurit), yang berperan dalam meneruskan sinyal dari badan sel ke neuron lainnya. Beberapa akson berukuran sangat panjang, yaitu memanjang dari otak sampai ke bagian bawah abdomen (panjang 1/2 meter atau lebih). Transmisi sinyal dari neuron ke neuron lainnya umumnya dilakukan secara kimia. Selain neuron, ditemukan juga sel pendukung, seperti sel glia. Sel glia merupakan sel yang menunjang dan melindungi neuron. Sel-sel pendukung umumnya berperan dalam melindungi dan membungkus akson dan dendrit, sehingga membantu mempercepat transmisi sinyal.



Terdapat 3 macam sel saraf
       Sel Saraf Sensorike
Berfungsi menghantarkan rangsangan dari reseptor (penerima rangsangan) ke sumsum tulang belakang.
       Sel Saraf Motorik
Berfungsi menghantarkan impuls motorik dari susunan saraf pusat ke efektor.
       Sel Saraf Penghubung
     Merupakan penghubung sel saraf yang satu dengan sel saraf yang lain. Sel saraf mempunyai kemampuan iritabilitas dan konduktivitas. Iritabilitas artinya kemampuan sel saraf untuk bereaksi terhadap perubahan lingkungan. Konduktivitas artinya kemampuan sel saraf untuk membawa impuls-impuls saraf.

         Jaringan Otot
Jaringan otot tersusun atas sel-sel yang fungsinya menggerakkan organ-organ tubuh. Kemampuan tersebut berkontraksi. Kontraksi otot dapat berlangsung karena molekul-molekul protein yang membangun sel otot dan embriologi , jaringan otot berasal dari lapisan mesodem. Jaringan ini terdiri atas sel-sel yang memanjang atau berkontraksi dalam waktu lebih lama. Otot polos bersifat tidak sadar (involuntary) seperti otot jantung. Otot polos ditemukan pada banyak organ tubuh, diantaranya terdapat pada dinding pembuluh darah dan melapisi organ dalam seperti usus dan uterus. Membran plasmanya disebut sarkolema dan sitoplasmanya sering disebut sarkoplasma. Sitoplasma yang mengandung miofibril dengan ketebalan mencapai 1 mikron.
1. Jaringan otot Polos
Jaringan otot polos mempunyai serabut-serabut (fibril) yang homogen sehingga bila diamati diamati di bawah mikroskop tampak polos atau tidak bergaris-garis.Otot polos berkontraksi secara refleks dan di bawah pengaruh saraf otonom. Bila otot polos dirangsang,reaksinya lambat, otot polos terdapat pada saluran pencernaan,dinding pembuluh darah, saluran pernapasan.
2. Jaringan Otot Lurik
Nama lainnya adalah jaringan otot kerangka karena sebagian besar jenis otot ini melekat pada kerangka tubule. Kontraksinya menurut kehendak kita dan bawah pengaruh saraf sadar.
Dinamakan otot Lurik karena bila dilihat di bawah mikroskop tampak adanya garis gelap dan berselang-seling melintang disepanjang serabut otot. Oleh sebab itu nama lain dari otot lurik adalah otot bergaris melintang.Kontraksi otot lurik berlangsung cepat bila menerima rangsangan,berkontraksi sesuai dengan kehendak dan di bawah pengaruh saraf sadar. Fungsi otot lurik untuk menggerakan tulang dan melindungi kerangkah dari benturan keras.
3. Jaringan Otot jantung/ Miokardium
Jaringan otot ini hanya terdapat pada lapisan tengah dinding jantung. Struktur menyerupai otot lurik,meskipun begitu kontraksi otot jantung secara refleks serta reaksi terhadap rangsang lambat. Fungsi otot jantung adalah memompa darah keluar jantung.















Daftar Pustaka
http://organisasi.org/ (diakses tanggal 26 Febuari 2011)
http://asnani-biology.blogspot.com/2009/04 (diakses tanggal 26 Febuari 2011)
http://id.wikipedia.org (diakses tanggal 26 Febuari 2011)
http://malaime.blog.com (diakses tanggal 26 Febuari 2011)








JARINGAN DASAR PENYUSUN TUBUH MANUSIA


DISUSUN OLEH :
KELOMPOK NEURON
LEONA PANTAMARETA            : 091434016
MARIA ROSA K. LAZAR : 091434024
ADITIYA GENTILI                        : 091434027
INA LISNAWATI                : 091434033
PUTU JUNI WIDIASTUTI            : 091434048

PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
SANATA DHARMA
2011


Bab I
Pendahuluan
            Tubuh manusia tersusun atas berjuta-juta sel. Masing-masing sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama akan berkumpul menjadi satu membentuk suatu jaringan. Jaringan-jaringan ini memiliki fungsi yang spesifik, misalnya untuk pengendali (jaringan syaraf), penggerak (jaringan otot), penunjang dan pengisi tubuh (jaringan ikat), absorbsi dan sekresi (jaringan epitel). Pada saat perkembangan embrio lapisan kecambah (germ layers) berdiferensiasi menjadi empat macam jaringan utama, yaitu jaringan epitel, jaringan pengikat, jaringan otot, dan jaringan syaraf. Ilmu yang mempelajari jaringan disebut histologi.















Bab II
Pembahasan
         Definisi Jaringan
Jaringan merupakan kumpulan dari sel-sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama.

         Macam-macam Jaringan Penyusun Tubuh Manusia
Berdasarkan bentuk sel penyusunnya jaringan dasar penyusun tubuh manusia dibedakan menjadi 4 macam, yaitu jaringan ikat, jaringan epitelium, jaringan otot, dan jaringan syaraf.

         Jaringan  Epitelium
Jaringan epitel merupakan jaringan yang disusun oleh lapisan sel yang melapisi permukaan organ seperti permukaan kulit. Jaringan ini berfungsi untuk melindungi organ yang dilapisinya, sebagai organ sekresi dan penyerapan. Fungsi epithelium dalam sekresi misalnya yaitu dalam mensekresikan larutan kimia  seperti pada sel-sel epitelium yang melapisi lumen saluran pencernaan dan pernafasan membentuk suatu membran mukosa. Sel-sel tersebut menskresikan larutan encer yang melumasi permukaan saluran dan menjaganya agar tetap lembab. Pada beberapa membran mukosa juga terdapat silia berdenyut , misal pada saluran pernafasan yang membantu untuk menjaga paru-paru agar bersih dengan cara menjerat debu.

Jenis-jenis sel epitelium:
         Epitel pipih selapis

Disusun oleh selapis sel berbentuk pipih yang umumnya berfungsi untuk pertukaran gas atau zat lainnya. Contohnya epitel pada alveolus dan dinding pembuluh kapiler

         Epitel kubus selapis

Disusun oleh selapis sel berbentuk kubus, biasanya terdapat pada saluran/kelenjar yang membentuk dinding saluran ginjal dan membungkus ovarium.


         Epitel silindris selapis
          
Jaringan ini disusun oleh selapis sel berbentuk silindris, biasanya terdapat sel goblet diantara sel-sel epitelnya. Contoh : Epitel pada dinding usus.



         Epitel batang berlapis semu

Disusun oleh selapis sel, berbentuk batang namun seperti berlapis, terkadang memiliki silia, terutama yang menyusun saluran  pernafasan. Jaringan ini berfungsi sebagai sekresi atau absorbsi.


         Epitelium pipih berlapis

Sel yang menyusun jaringan ini terdiri dari beberapa lapis sel yang berbentuk pipih, berfungsi sebagai pelindung. Ditemukan kulit, mulut, dan esophagus.

         Epitel kubus berlapis
Tersusun dari 2 lapis sel / lebih berbentuk kubus

         Epitel silindirs berlapis
Permukaan sel berbentuk silindris, namun sel dibawahnya berbentuk beragam

         Epitel transisional
Merupakan epitelium berlapis yang bentuk selnya dapat berubah-ubah yang membungkus kantung urin sebelah dalam.




         Jaringan Pengikat
Jaringan ikat adalah jaringan yang memiliki fungsi dan tujuan untuk mengikat suatu jaringan dengan jaringan yang lainnya. Jaringan pengikat berkembang dari mesenkim yang berasal dari mesoderm (lapisan tengah emberio). Selain menjadi jaringan pengikat (darah, tulang rawan, tulang, dan lemak), mesenkim juga menjadi jaringan lain berupa otot, pembuluh darah, beberapa kelenjar, dan epitelium.
Jaringan pengikat mempunyai beberapa fungsi yaitu untuk melekatkan suatu jaringan dengan jaringan lain, membungkus organ-organ, mengisi rongga di antara organ-organ, dan menghasilkan imunitas.
Jaringan ikat terdiri dari 2 komponen, yaitu : sel-sel jaringan ikat, dan matriks ekstraseluler (serat/serabut dan substansi dasar).
Fungsi umum :
         Mengikat satu organ dengan organ lainnya
         Menopang organ tubuh
         Memberi perlindungan organ tubuh

Komponen jaringan ikat
            Matriks Ekstraseluler
Yaitu komponen jaringan ikat yang berupa bukan sel. Ada dua bentuk matriks ekstraseluler, yaitu :
         Substansi Dasar – Bersifat semi cair, disusun oleh asam hialuronat (protein) dan mukopolisakarida.
         Serat
         Dihasilkan oleh sel jaringan ikat
         Berdasarkan bentuknya, ada 3 jenis serat penyusun matriks
         Serat Kolagen
         Serat Elastin
         Serat Retikuler
Jenis-jenis jaringan ikat
Berdasarkan jenis serat dan sel penyusunnya, jaringan ikat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu :
         Tulang (Osteon)
Disusun oleh :
         Sel tulang (osteosit)
         Matriks keras (endapan kalsium)
         Serat kolagen
Berfungsi melindungi organ tubuh dan memberi bentuk tubuh

         Kartilago (Tulang Rawan)
Disusun oleh :
         Sel-sel kondrosit
         Sejumlah serat kolagen
         Matriks keruh dan elastis
Berfungsi menyusun kerangka bayi yang baru lahir. Terdapat pada organ-organ tertentu, seperti daun telinga, hidung, tulang rusuk, dll
 
         Jaringan Ikat Padat
         Disusun oleh sel-sel fibroblas
         Komponen matriksnya berupa serat kolagen yang tersusun padat dan teratur
         Contoh :
         Tendon – Penghubung otot dgn tulang
         Ligamen – Penghubung tulang dgn tulang
 

         Jaringan Ikat Longgar
         Dicirikan dengan susunan seratnya yang longgar/tidak rapat
         Serat penyusunnya adalah kolagen
         Komponen sel penyusun serat adalah sel fibroblas
Fungsi : Menyokong, mengelilingi dan menghubungkan elemen dari jaringan / organ lain.
 
         Jaringan Lemak
         Adalah jaringan ikat yang mengandung atau menyimpan lemak
         Fungsi :
         Melindungi beberapa organ
         Menyimpan cadangan makanan
         Mengatur suhu tubuh

         Darah
         Disusun oleh matriks berupa cairan darah (plasma) dan sel darah
         Plasma darah
         Mengandung Serat yaitu fibrin
         Berfungsi mentransportasikan zat-zat dari dan ke seluruh tubuh


 
         Jaringan Saraf
Jaringan saraf berperan dalam penerimaan rangsang dan penyampaian rangsang. Secara embriologi, jaringan ini berasal dari lapisan ektoderm. Jaringan ini terdapat pada sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) dan pada sistim saraf tepi.
 Ada dua macam sel, yaitu sel saraf (neuron) dan sel pendukung (sel glia). Neuron mengandung badan sel, nukleus, dan penjuluran atau serabut. Satu tipe penjuluran tersebut adalah dendrit, yang berperan dalam menerima sinyal dari sel lain dan meneruskannya ke badan sel. Tipe penjuluran sel saraf yang lain, disebut akson (neurit), yang berperan dalam meneruskan sinyal dari badan sel ke neuron lainnya. Beberapa akson berukuran sangat panjang, yaitu memanjang dari otak sampai ke bagian bawah abdomen (panjang 1/2 meter atau lebih). Transmisi sinyal dari neuron ke neuron lainnya umumnya dilakukan secara kimia. Selain neuron, ditemukan juga sel pendukung, seperti sel glia. Sel glia merupakan sel yang menunjang dan melindungi neuron. Sel-sel pendukung umumnya berperan dalam melindungi dan membungkus akson dan dendrit, sehingga membantu mempercepat transmisi sinyal.



Terdapat 3 macam sel saraf
       Sel Saraf Sensorike
Berfungsi menghantarkan rangsangan dari reseptor (penerima rangsangan) ke sumsum tulang belakang.
       Sel Saraf Motorik
Berfungsi menghantarkan impuls motorik dari susunan saraf pusat ke efektor.
       Sel Saraf Penghubung
     Merupakan penghubung sel saraf yang satu dengan sel saraf yang lain. Sel saraf mempunyai kemampuan iritabilitas dan konduktivitas. Iritabilitas artinya kemampuan sel saraf untuk bereaksi terhadap perubahan lingkungan. Konduktivitas artinya kemampuan sel saraf untuk membawa impuls-impuls saraf.

         Jaringan Otot
Jaringan otot tersusun atas sel-sel yang fungsinya menggerakkan organ-organ tubuh. Kemampuan tersebut berkontraksi. Kontraksi otot dapat berlangsung karena molekul-molekul protein yang membangun sel otot dan embriologi , jaringan otot berasal dari lapisan mesodem. Jaringan ini terdiri atas sel-sel yang memanjang atau berkontraksi dalam waktu lebih lama. Otot polos bersifat tidak sadar (involuntary) seperti otot jantung. Otot polos ditemukan pada banyak organ tubuh, diantaranya terdapat pada dinding pembuluh darah dan melapisi organ dalam seperti usus dan uterus. Membran plasmanya disebut sarkolema dan sitoplasmanya sering disebut sarkoplasma. Sitoplasma yang mengandung miofibril dengan ketebalan mencapai 1 mikron.
1. Jaringan otot Polos
Jaringan otot polos mempunyai serabut-serabut (fibril) yang homogen sehingga bila diamati diamati di bawah mikroskop tampak polos atau tidak bergaris-garis.Otot polos berkontraksi secara refleks dan di bawah pengaruh saraf otonom. Bila otot polos dirangsang,reaksinya lambat, otot polos terdapat pada saluran pencernaan,dinding pembuluh darah, saluran pernapasan.
2. Jaringan Otot Lurik
Nama lainnya adalah jaringan otot kerangka karena sebagian besar jenis otot ini melekat pada kerangka tubule. Kontraksinya menurut kehendak kita dan bawah pengaruh saraf sadar.
Dinamakan otot Lurik karena bila dilihat di bawah mikroskop tampak adanya garis gelap dan berselang-seling melintang disepanjang serabut otot. Oleh sebab itu nama lain dari otot lurik adalah otot bergaris melintang.Kontraksi otot lurik berlangsung cepat bila menerima rangsangan,berkontraksi sesuai dengan kehendak dan di bawah pengaruh saraf sadar. Fungsi otot lurik untuk menggerakan tulang dan melindungi kerangkah dari benturan keras.
3. Jaringan Otot jantung/ Miokardium
Jaringan otot ini hanya terdapat pada lapisan tengah dinding jantung. Struktur menyerupai otot lurik,meskipun begitu kontraksi otot jantung secara refleks serta reaksi terhadap rangsang lambat. Fungsi otot jantung adalah memompa darah keluar jantung.















Daftar Pustaka
http://organisasi.org/ (diakses tanggal 26 Febuari 2011)
http://asnani-biology.blogspot.com/2009/04 (diakses tanggal 26 Febuari 2011)
http://id.wikipedia.org (diakses tanggal 26 Febuari 2011)
http://malaime.blog.com (diakses tanggal 26 Febuari 2011)








Tidak ada komentar:

Posting Komentar